Makalah Kelompok TUGAS KELOMPOK 1 Yusmei
MAKALAH
HUBUNGAN AUDITOR KLIEN DAN PENGGUNA
D
I
S
U
S
U
N
OLEH
:
KELOMPOK
1(Satu)
NAMA
: YUSMEI GULO
AGUS
KRISDAYANTI ZEGA
HENTRILIANTI
HULU
KRISNA
IMAN RIAU ZEGA
PRODI : KOMPUTERISASI AKUNTANSI
DOSEN PEMBIMBING : MONANG JUANDA
TUA SIHOMBING, S.E.,M.Si
YAYASAN UNIVERSITAS IMELDA MEDAN
PRODI
KOMPUTERISASI AKUNTANSI
2019/2020
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
nikmat rahmat dan hidayahNya sehingga penulis diberikan kemudahan dan
kelancaran dalam menyelesaikan makalah yang berjudul “ Jenis-Jenis Audit ”.
Makalah ini disusun guna memenuhi
tugas mata kuliah Audit. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing
mata kuliah Auditing yang telah banyak
membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon
untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Medan, 06 Mei 2020
Kelompok 1
Penyusun
DAFTAR
ISI
KataPengantar………………………………………………………………………………………
Daftar Isi.....………………………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................................................
A. Latar Belakang
..................................................................................................................
Rumusan
Masalah ............................................................................................................
B.
Tujuan Penulisan...............................................................................................................
-
Memahami Audit laporan Keuangan............................................................................
-
Hubungan Antara Akuntansi Dan Auditing
.................................................................
-
Kebutuhan Akan
Audit……………………………………………………………….
-
Keterbatasan Laporaan Keuangan…………………………………………………….
C.STANDAR
AUDITING
Penutup
-
Kesimpulan…………………………………………………………………………….
-
Saran…………………………………………………………………………………...
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Audit
laporan keuangan memainkan peran yang sangat diperlukan dalam ekonomi pasar
bebas. Audit laporan keuangan merupakan bagian terpenting dari berbagai
assurance service. Dalam melaksanakan audit laporan keuangan, para auditor
perlu mengetahui standar yang digunakan serta tanggung jawabnya sebagai auditor
dalam mengaudit laporan keuangan.
Hasil
audit laporan keuangan harus memiliki manfaat baik bagi pihak internal maupun
eksternal perusahaan. Selain itu, laporan audit juga memiliki keterbatasan
tertentu dan beberapa penyimpangan dari standar laporan audit dan auditor harus
mengetahui semuanya.
Dengan
banyaknya perusahaan yang membutuhkan audit, ada beberapa kondisi di mana audit
independen atas laporan keuangan perlu dilakukan. Kondisi-kondisi ini dapat
menciptakan resiko informasi, untuk itu audit laporan keuangan dapat
meningkatkan kredibilitas laporan keuangan dengan cara
menekan resiko informasi.
Oleh
karena itu perusahaan mebutuhkan audit sebab memberikan banyak manfaat terhadap
perusahaan dan membantu penilaian terhadap laporan keuangan perusahaan. Untuk
itu kita perlu mengetahui lebih banyak mengenai audit laporan keuangan dan
tanggung jawab auditor.
B. TUJUAN PENULISAN
Untuk
mengetahui :
·
Hal-
hal yang mendasari audit laporan keuangan
·
Pihak
–pihak yang berhubungan dengan auditor independen
·
Standar
auditing
·
Laporan
auditor
·
Tanggung
jawab auditor dan kesenjangan harapan antara auditor dan pengguna jasa audit.
MEMAHAMI
AUDIT LAPORAN KEUANGAN DAN TANGGUNG JAWAB AUDITOR
Ø HAL-HAL YANG MENDASARI AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Dalam
hal ini.akan dijelaskan hubungan antara akuntansi dan auditing,asumsi penting
yang mendasari auditing,serta mempertimbangkan kondisi yang telah menciptakan
permintaan akan jasa audit,maupun manfaat dan keterbatasan audit laporan
keuangan.
HUBUNGAN
ANTARA AKUNTANSI DAN AUDITING
Terdapat
perbedaan yang signifikan dalam metode,tujuan,dan pihak-pihak yang bertanggung
jawab pada proses akuntansi yang digunakan untuk menyusun laopra keuangan
dibandingkan dengan proses audit laporan keuangan.
Metode
akuntansi mencakup kegiatan mengidentifikasi bukti dan transaksi yang dapat
mempengaruhi entitas.Setelah didentifikasi,maka bukti dan transaksi ini
diukur,dicatat,dikelompokkan serta dibuat ikhtisar dalam catatan-catatan
akuntansi.Hasil proses ini adalah penyusunan dan distribusi laporan keuangan
yang sesuai dengan prisp-prinsip akuntansi yang berlkau umum.Tujuan akhir
akuntansi adalah komunikasi data yang relevan dan andal,sehingga dapat berguna
bagi pengambilan keputusan.Dengan demikian,akutansi adalah proses yang kreatif .Para
pegawai entitas terlibat dalam proses akuntansi ini,sedangkan tanggung jawab
akhir untuk laporan keuangan terletak pada manajemen entitas.
Audit
laporan keuangan yang khas terdiri dari upaya memahami bisnis dan industry
klien serta mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan laporan
keuangan manajemen,sehingga memungkinkan auditor meneliti apakah pada kenyataan
nya laporan keuangan tersebut telah menyajikan posisi keuangan
entitas,hasil operasi,serta arus kas secara wajar sesuai dengan GAPP,.Auditor
bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti,serta dalam
menerbitkan laporan yang memuat kesimpulan auditor yang dinyatakan dalam bentuk
pendapat atau opini atau laporan keuangan.Tujuan utama audit laporana keuangan bukan
untuk menciptakan informasi baru ,melainkan untuk menambah keandalan laporan
keuangan yang telah disusun oleh manajemen.
PEMBUKTIAN
DAN PERTIMBANGAN PROFESIONAL DALAM AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Audit
dilakukan berdasarkan asumsi bahwa data laporan keuangan dapat diteliti untuk
pembuktian.Data dikatakan dapat diteliti untuk pembuktian apabila data ada dua
atau lebih orang yang memiliki kualifikasi dapat memebrikan kesimpulan yang
serupa dari data yang diperiksa.Kemampuan dapat diteliti untuk pembuktian
terutama berkaitan dengan tersedianya atestasi bukti pada validitas informasi
yang sedang dipertimbangkan.Akuntansi dan auditing secara signifikan memerlukan
apa yang disebut pertimbangan professional. Oleh karena auditor itu hanya
mencari dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat pemeriksaan, auditor hanya
mencari dasar yang memadai untuk melakukan pemeriksaan,auditor memperoleh
bukti-bukti untuk transaksi dan saldo.
Laporan
keuangan memuat banyak asersi spesifik tentang akun-akun tertentuu.Sebagai
contoh,asersi manajemen tentang persediaan akan menyatakan bahwa persediaan
memang benar-benar ada dan telah dinilai dengan benar pada tingkt harga yang
paling rendah antara harga perolehan atau harga pasar.
KEBUTUHAN
AKAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Statement
of Financial Accounting Concept No.2 (Penyataan Konseo Akuntansi Keuangan No.2)
yang dikeluarkan oleh FASB menyaakan bahwa relevansi dan reliabilitas merupakan
dua kulaifikasi utama yang memeuat informasi akuntansi dapat berguna bagi
pengabilan keputusan.Pengguna laporan keuangan melihat adanya keyakinan bhwa
kedua hal tersebut diatas telah dipenuhi sebagaimana tercantum dalam laporan
keuangan.
Perlunya
dilakukan audit indenpenden atas laporan keuangan dapat dilihat lebih lanjut
pada empat kondisi berikut ini:
v Pertentangan
Kepentingan.
Banyak pengguna laopran
keuangan yang memberikan pehatian tentang adanya pertentangan kepentingan
actual ataupun potensila antaa mereka sendiri dan menejemen entitas.Oleh kaena
itu,para pengguna mencari keyakinan dari auditor indenpenden luar bahwa
informasi tersebut telah (1) bebeas dari bias untuk kepentingan
manajemen dan (2) netral untuk kepentingan berrbagai kelompok pengguna.
v Konsekuensi
Laporan keuangan yang
diterbikan menyajikan informasi yang penting dan dalam beberapa kasus,merupakan
satu-satunya sumber informasi yang digunakan untuk membuat keputusan investasi
yang signifikanmpeminjaman,serta keputusan lainnya.Oleh karena itu,para
pengguna menginginkan kaoran keuangan tersebut memuat sebanyak mungkin data
yang relavan.
v Kompleksitas
Masalah akuntansi dan
proses penyusunan laopran keuangan telah menjadi demikian kompleks.Standar
akuntansi dan pelopran untuk sewa guna usaha,pensiun,pajak penghasilan,dan laba
per saham merupakan contoh-contoh dari fakta kompleksitas yang ad dewasa ini.
v Keterpencilan
Para pengguna laporan
keungan,bahkan pengguna yang paling andal sekalipunn menganggap tidak praktis
lagi untuk mencari aksds l;angsung pada catatan akuntansi utama guna melaksanakan
sendiri verifikasi atas asersi laporan keuangan karena adanya faktor
jarak,waktu,dan biaya.
KETERBATASAN
AUDIT LAPORAN KEUANGAN
Suatu
audit laopran keuangan yang dilakukan seseuai GAAS memiliki sejumlah
keterbatasan yang melekat.Slah satunya adalah bahwa auditor bekerja dalam suatu
batasan ekonomi yang wajar.Berikut ini adalah dua batasan ekonomi penting yang
dimaksud :
Ø Biaya
yang memadai
Pembatasan
biaya audit dapat menimbulkan terbatasnya pengujian,atau penarikan sampel dari
catatan akuntansi atau data pendukung yang dilakukan secara
selektif.Selain itu,auditor juga dapat memilih untuk menguji system
pengendalian internal dan mendapatkan keyakinan dari system pengendalian
internal yang berfungsi dengan baik.
Ø Jumlah
waktu yang memadai
Biasanya
laopran auditor atas demikian banyak perusahaan akan terbit dalam waktu tiga
sapai lima minggu setelah tanggal nerraca.Hambatan waktu ini dapat memengaruhi
jumlah bukti yang diperoleh tentang peristiwa dan transaksi setelah tanggal
neraca berdampak pada laporan keuangan.Lebih lagi,hanya tersedia waktu yang
demikian singkat untuk memisahkan ketidakpastian yang ada pada tanggal laopran
keungan.
Keterbatasan
penting lainnya adalah kerangka kerja akuntansi yang ditetapkan untuk
penyusunan laporan keuangan.Berikut adalah dua keterbatasn penting yang
berkaitan dengan kerrangka kerja akuntansi yang ditetapkan:
Ø Prinsip
akuntansi alternatif
GAAP memang
memperbolehkan penggunaan prinsip akuntansi alternative.Pengguna laopran
laporan keuangan harus memepunyai pengetahuan yang luasa tentang pilihan
akuntansi yan gdipilih oleh perusahaan dan akibatnya terhadap laporan keuangan.
Ø Estimasi
akuntansi
Estimasi
adalah bagian yang melekat dengan proses akuntansi,dan tidak seorang pun
termasuk auditor dapat meramalkan bagaimana hasil suatu ketidakpastian
itu.Suatu audit tidak dapat menambhakan ketepatan dan ketidakpastian pada
laporan keuangan apabila faktor-faktor tersebut.
B.HUBUNGAN
AUDITOR INDEPENDEN
Dalam
audit laporan keuangan,menjalin hubungan professional dengan empat kelompok
penting,yaitu (1) manajemen,(2)dewan direksi dan komite audit,(3)auditor
internal,(4) pemengang saham.
MANAJEMEN
Istilah manajemen menunjuk pada kelompok perorangan yang
secara aktif merencanakan,melakukan koordinasi,serta mengendalikan jalannya
operasi dan traksi klien.Dalam konteks auditing, manajemen menunujk pada para
pejabat perusahaan, pengawas,dan personel kunci sebagai penyelia.
Selama
pelaksanaan audit,terdapat interkasi luas antara auditor dan manajemen.Untuk
mendapatkan bukti yang diperlukan di dalam audit,seringkali auditor memerlukan
data rahasia tentang entitas.
DEWAN
DIREKSI DAN KOMITE AUDIT
Dewan
direksi suatu perusahaan bertanggung jawabuntuk memastikan bahwa perusahaan
dioperasikan dengan cara terbaik untuk kepentingan para pemengan saham.Hubungan
auditor dengan para direktur sebagian besar tergantung pada komposisi dewan itu
sendiri.Fungsi suatu komite audit secara langsung mempengaruhi auditor independen
adalah :
v Mencalonkan kantor
akuntan public untuk melaksanakan tahunan.
v Mendiskusikan lingkup
audit dengan auditor
v Mengundang auditor
secara langsung untuk mengkomunikasikan masalah-n=masalah besar yang dijumpai
selama pelaksanaan audit.
v Me-review laporan
keuangan dan laporan auditor bersama auditor pada saat penyelesaian penugasan.
AUDITOR
INTERNAL
Seorang
auditor independen biasanya memiliki hubungan kerja yang dekat dengan auditor
internal yang ada pada perusahaan klien.Pekerjaan auditior internal tidak dapat
digunakan sebagai pengganti pekerjaan auditor independen.Namun
demikian,pekerjaan auditor intern dapat menjadi pelengkap yang penting bagi
auditor indenpenden.Untuk menentukan pengaruh pekejaan audit internal terhadap
audit,auditor independen harus,(1) mempertimbangkan kompetisi dan objektivitas
auditor internal dan (2)mengevaluasi mutu pekerjaan auditor internal.
PEMENGANG SAHAM
Para pemengang saham sangat mengandalkan laopran keungan
yang telah diaudit untuk mendapatkan keyakinan bahwa manajemen telah
melaksanakan tugas yang dibebankan dengan penuh tanggung jawab.Oleh karena
itu,auditor memiliki tanggung jawab yang penting kepada para pemengang saham
sebagai pengguna utama laporan auditor.Selama pelaksanaan suatu
penugasan,auditor mungkin tidak berhubungan langsung dengan para para pemengang
saham yang bukan pejabat,pegawai kunci,atau direktur perusahaan klien.Namun
demikian,auditor diperbolehkan mengikuti rapat umum pemengang saham serta
memberikan tanggapan langsung atas pertanyaan-pertanyaan para pemengan saham.
C.STANDAR
AUDITING
STANDAR
UMUM
Standar
umum berkaitan dengan klasifikasi auditor dan mutu pekerjaan auditor,terdapat
tiga standar umum yaitu:
1.
KEAHLIAN DAN PELATIHAN TEKNIS YANG MEMADAI
Setiap
profesi,terdapat sesuatu yang sangat berharga pada kompetensi teknis.Kompetensi
auditor ditentukan oleh tiga faktor,yaitu
· Pendidikan
universitas formal untuk memasuki profesi
· Pelatihan
praktik dan pengalaman dalam auditing,dan
· Mengikuti
pendidikan profesi berkelanjutan selama karir professional auditor.
2
. INDEPENDENSI DALAM SIKAP MENTAL
Kompetensi
saja tidak mencukupi.Auditor juga harus bebsa dari pengaruh klien dalam
melaksanakn audit serta dalam melaporkan temuan-temuannya.Stnadar umum yang
kedua ini mengaitkan peran auditor dalam suatu audit dengan peran sebagai
penengah dalam perselisihan perburuhan atau sebgai hakim dalam kasus
hokum.Auditor juga harus memenuhi persyaratan indepedensi dalam Kode Perilaku
Profesional yang ada di AICPA.
3
. PENGGUNAAN KEMAHIRAN PROFESIONAL
Sama
seperti seorang dokter yang diharapkan berhati-hati dan menyeluruh dalam
melakukan pemeriksan fisik serta membuat diagonosis,auditor juga diharpkan
memiliki kesungguhan dan kecermatan dalam melksanakan audit serta menerbitkan
laopran atas temuan.Dalam memenuhi standar ini,seorang auditor yang
berpengalaman harus secara kritis melakukan review atas pekerjaan yang
dikerjkan dan pertimbangan yang digunakan oleh personil kurang berpengalaman
yang turut mengambil bagian dalam audit.Standar penggunaan kemahiran ini
mengharuskan seorang auditor berlaku jujur dan tidak cerobah dalam melakukan
audit.
Standar
Auditing yang Berlaku Umum (GAAS)
Standar
Umum
§ Audit harus
dilaksanakan oleh seorang atau lebih memiliki keahlian dan pelatihan teknis
yang memadai sebagai seorang auditor.
§ Dalam semua hal yang
berkaitan dengan perikatan,auditor harus senantiasa menjaga sikap menta
independen.
§ Dalam pelaksanaan
audit dan penyusunan laporan,auditor wajib menggunakan kemahiran profeisonalnya
cermat dan seksama.
Standar
Pekerjaan Lapangan
§ Pekerjaan harus
direncanakan dengan matang dan apabila digunakan asisten harus disupervisi
dengan semestinya.
§ Pemahaman yang
memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh agar dapat
meencanakan audit dan menetukan sifat,saat,dan lingkup pengujian yang akan
dilakukan.
§ Bukti audit kompeten
yang cukup harus diperoleh sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat
atas laporan keuangan yang diaudit.
Standar
Pelaporan
§ Laporan auditor harus
menyatakan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip
akuntansi yan berlaku umum.
§ Laporan auditor harus
menunjukkan keadaan di mana prinsip akuntansi tidak diterapkan secara konsisten
dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dibandingkan dengan prinsip
akuntansi yang diterapkan pada periode sebelumnya.
§ Pengungkapan
informative dalam laporan keuangan harus dipandang memadai,kecuali dinyatakan
lain dalam laporan auditor.
§ Laporan audior harus
memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara
menyeluruh,atau suatu asersi bahwa penyataan demikian tidak dapat diberikan.
D.LAPORAN
AUDITOR
Laporan
audit adalah media formal yang digunakan oleh auditor dalam mengkomunikasikan
kepada pihhak yang berkepentingn tentagn kesimpulan atas loparan keuangan yang
diaudit.Dalam menerbitkan laporan audit,auditor harus memenuhi empat standar
pelaporan yang ditetapkan dalam standar auditing yang berlaku umum.
LAPORAN
STANDAR
Suatu
laporan standar merupakan lporan yang lazim diterbitkan.Laporan ini
memuat pendapat wajar tanpa pengeculian yang menyatakan bahwa
pelopran keuangan menyajikan secara wajar,dalam semua hal yang material,posisi
keuangan,hasil usaha,dan arus kas entitas sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum.Kesimpulan ini hanya akan dinyatakn bila auditor telah membentuk
pendapat berdasarkan audit yang dilaksanakan sesuai GAAS.
PENYIMPANGAN
DARI LAPORAN STANDAR
Dalam
praktik,dapat muncul kondisi-komdisi tertentu yang tidak memungkinkan auditor menerbitkan
laporan standar.Penyimpangan dari laopran standar tergolong dalam suatu dari
kedua kategori berikut ini :
v Laporan standar
dengan bahasa penjelasanKarateritik berbeda yang ada dalam kategori jenis
laporan ini adalah bahwa paragraph pendapat tetap menyatakan pendapat tanpa
pengeculian,karena laporan keuangan sesuai dengan GAAP.Namun,terrdapt beberapa
kondisi yang mengharuskan auditor menambah paragraf penjelasan
atau bahasa penjelasan lain pada pelaporan standar.
v Jenis-jenis
Pendapat Lain
Kategori
kedua penyimpangan dari laporan standar adalah apabila terjadi salah satu
kondisi berikut ini:
§ Laporan standar
mengandung penyimpangan yang material dari GAAP.
§ Auditor tidak
mampu mendapatkan bukti kompeten yang cukup berkenaan dengan satu atau lebih
asersi manajemen,sehingga tidak memiliki dasar yag memadai untuk memberikan
pendapat wajar tanpa pengeculian atas laporan keuangan secara keseluruhan.
Dalam
hal ini,auditor akan menyatakan salah satu pendapat dari jenis pendapat berikut
ini:
§ Pendapat wajar
dengan pengeculian yang menyatakan bahwa kecuali dampak dari hal-hal
yang berkaitan dengan pengeculian tersebut,laporan keuangn menyajikan secara
wajar,sesuai dengan GAAP.
§ Pendapat tidak
wajar,yang menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara
wajar...sesuai GAAP.
§ Menolak memberikan
pendapat,yang menytakan bahwa auditor tidak memberikan pendapat atas
laporan keuangan
E. TANGGUNG JAWAB AUDITOR DAN KESENJANGAN HARAPAN ANTARA
AUDITOR DAN PENGGUNA JASA AUDIT
1. TANGGUNG JAWAB
AUDITOR
Auditor bertanggung jawab untuk menyatakan pendapat atas
laporan keuangan yang disusun oleh pihak manajemen. The
Auditing Practice Committee, yang merupakan cikal bakal dari
Auditing
Practices Board, ditahun 1980, memberikan ringkasan
(summary) tanggung jawab auditor:
v Perencanaan,
Pengendalian dan Pencatatan. Auditor perlu merencanakan, mengendalikan dan
mencatat pekerjannya.
v Sistem Akuntansi.
Auditor harus mengetahui dengan pasti sistem pencatatan dan pemrosesan
transaksi dan menilai kecukupannya sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
v Bukti Audit.
Auditor akan memperoleh bukti audit yang relevan dan reliable untuk memberikan
kesimpulan rasional.
v Pengendalian
Intern. Bila auditor berharap untuk menempatkan kepercayaan pada
pengendalian internal, hendaknya memastikan dan mengevaluasi pengendalian itu
dan melakukan compliance test.
v Meninjau Ulang
Laporan Keuangan yang Relevan. Auditor melaksanakan tinjau ulang laporan
keuangan yang relevan seperlunya, dalam hubungannya dengan kesimpulan yang
diambil berdasarkan bukti audit lain yang didapat, dan untuk memberi dasar
rasional atas pendapat mengenai laporan keuangan.
2. KESENJANGAN HARAPAN ANTARA AUDITOR DAN PENGGUNA JASA
AUDIT
Pengguna jasa audit menuntut lebih tinggi
tanggung jawab terhadap pencegahan dan deteksi kecurangan dari pada persepsi
yang diyakini oleh auditor terkait dengan pekerjaan audit yang dilakukan. Para investor mencari tingkat keyakinan yang
sangat tinggi dan terdapat kesenjangan ekspektasi antara para auditor dan para
investor pada tingkat keyakinan audit yang diberikan.
Perbedaan signifikan persepsi antara auditor
dan pemakai laporan akuntansi tentang tanggungjawab pendektesian auditor dan
pengungkapan (disclosure) terhadap kekliruan, irregulasi dan tindakan
illegal. Kesenjangan ekspektasi
lainnya (lihat McInnes, 1994) ditemukan dalam tiga bidang yakni (independensi
auditor, perana uditor terutama hubungannya dengan kecurangan dan issue
kelangsungan usaha, dan kewajiban audit perusahaan kecil yang dikelola pemilik)
Komponen
yang utama adanya kesenjangan ekspektasi mencakup peran dalam pendeteksian
kecurangan, besar tanggung auditor terhadap pihak ketiga, sifat penilaian
neraca, kekuatan dan ancaman terhadap independensi auditor, dan aspek-aspek
pelaksanaan pekerjaan audit (misalnya kemampuan auditor menilai risiko dan
ketidakpastian).
Porter
(1993) yang melakukan studi dengan melakukan ekstensi dari Lee (1970 dan Beck
(1974) ini dilakukan terhadap pihak yang berkepentingan dengan auditor (para
auditor, pegawai perusahaan pelayanan umum, akademisi auditing, ahli hukum,
analis keuangan, wartawan keuangan, dan anggota publik umum). Hasilnya
menunjukkan bahwa 50 % kesenjangan ditandai dengan ketidakcukupan standar, 34%
dari masyarakat yang meminta harapan yang tidak masuk akal, dan 16% dari
sub-standar kinerja oleh auditor.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
v Hal – hal yang mendasari audit laporan keuangan
adalah hubungan antara akuntansi dan auditing, pembuktian dan pertimbangan
profesional dalam audit laporan keuangan, kebutuhan akan audit laporan
keuangan, manfaat ekonomi suatu audit dan keterbatasannya.
v Pihak – pihak yang berhubungan dengan auditor
independen adalah manajemen, dewan direksi dan komite audit, auditor internal,
pemegang saham.
v Standar auditing ada dua yaitu Statements on
auditing standards (SAS) dan Generally auditing accepted standards (GAAS)
v Laporan auditor terdiri atas laporan standar dan
laporan pertanggungjawaban manajemen.
v Tanggung jawab auditor menurut The Auditing
practise Commitee adalah perencanaan, pengendalian, dan pencatatan ; sistem
akuntansi; bukti audit; pengendalian intern; serta meninjau ulang laporan
keuangan yang relevan.
B. SARAN
v Kepada pembaca / mahasiswa agar lebih memperdalam
materi ini sebab sangat penting untuk mengetahui dasar-dasar audit dan tanggung
jawab auditor sebelum melangkah untuk mempelajari materi selanjutnya.

Komentar
Posting Komentar